Spiritualitas Hari Minggu

Di luar Perayaan Ekaristi pada hari Minggu, kita diutus untuk mengungkapkan lebih lanjut nilai-nilai Hari Tuhan dengan berbagai kegiatan karya amal kasih atau pertemuan-pertemuan persaudaraan untuk mengembangkan ikatan persaudaraan.

Bentuk-bentuk perayaan liturgi dan devosi dianjurkan pula pada hari Minggu, misalnya ibadat sore bersama, doa Rosario bersama dan lain sebagainya. Semua kegiatan ini dianjurkan atas dasar bahwa semua ini merupakan ungkapan iman, harapan dan cinta kasih yang past! berguna dan menunjang pengembangan sikap-sikap dasar kristiani (bdk 1 Kor 1:9; Kis 2:42). Yesus tidak menganjurkan kita menghayati peraturan hari Minggu secara harafiah seperti yang dipraktekkan oleh orang Farisi yang dikecam oleh Tuhan Yesus. Tetapi tetap terbuka pada kemungkinan untuk menjalankan karya amal kasih.

Beberapa hal yang kiranya perlu diperhatikan adalah dalam hal mengikuti Ekaristi pada hari Sabtu Sore tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak mefaksanakan sikap-sikap dasar kristiani pada hari Minggu. Sekalipun terkadang kita amat sulit meninggalkan pekerjaan kita, misanya dalam urusan rumah tangga atau rumah sakit, sangat dianjurkan supaya tetap menghadiri perayaan Ekaristi bersama-sama umat lainnya meskipun sesudah itu kembali sibuk bekerja.

Kesibukan bekerja bukanlah menjadi alasan untuk meninggal Perayaan Ekaristi pada hari Minggu karena mister! paskah yang dirayakan pada hari Minggu dapat diandalkan sebagai hari penyegaran rohani dan untuk menimba kekuatan yang bersumber dari mister! Paskah Tuhan Yesus Kristus. Saat kita merayakan Ekaristi pada hari Minggu, kita meluangkan waktu untuk memperkaya pengalaman rohani dan menciptakan semangat baru dalam Tuhan.

 

Katekese Liturgi: Spiritualitas Ekaristi
Ekaristi Puncak Dan Sumber Hidup Gereja