SURABAYA, EFATA – Paroki Santo Yakobus Surabaya kembali mengadakan penerimaan vaksin covid-19, Rabu (10/11/2021).

Dalam kegiatan kali ini, Bidang Kerasulan Umum dan Badan Gereja Katolik Paroki (BGKP) bekerja sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara. Kegiatan vaksinasi berlangsung mulai pukul 08.00 sampai sekitar pukul 11.00 WIB. Peserta vaksin kali ini tidak hanya terbatas pada umat Paroki Santo Yakobus saja. Dengan bermodalkan Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), dan minimal 12 tahun, masyarakat umum juga bisa ikut mendapatkan vaksin di gereja.

Panitia memastikan bahwa protokol kesehatan diterapkan dengan baik sehingga peserta bisa merasa aman dan nyaman selama proses vaksinasi. Sebelum hari pelaksanaan, calon peserta bisa mendaftarkan diri secara online. Namun, panitia tetap membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk mendaftar secara langsung di lokasi vaksin. Kemudian, tiap peserta harus menunggu sejenak sampai nomor antriannya dipanggil oleh petugas. Panitia memastikan setiap kursi diberi jarak aman sesuai dengan prokes yang ada, baik itu ketika menunggu di kanopi maupun pasca vaksinasi. Setelah nomor antriannya dipanggil, peserta akan di screening oleh petugas. Beberapa peserta ditolak oleh petugas screening dengan alasan dosis pertama yang diterima adalah vaksin AstraZeneca (AZ). Peserta dengan hipertensi juga tidak bisa menerima vaksin. Jika lulus screening, peserta akan diarahkan ke meja vaksin. Setelah itu, peserta diwajibkan menunggu selama 15 menit untuk mengantisipasi adanya kejadian ikutan pasca vaksin. Proses vaksinasi berakhir setelah peserta dipastikan aman dan sudah menerima kartu vaksin sementara.

Dari 77 orang peserta yang mendaftar secara online, ada 53 orang yang datang. Ditambah lagi ada 10 orang peserta yang datang dan registrasi di gereja secara langsung. Dari 100 dosis vaksin yang disediakan, sekitar 60 dosis vaksin produksi Sinovac (CoronaVac) berhasil disalurkan.

Beberapa peserta berpendapat bahwa acara vaksinasi tersebut berjalan dengan tertib dan lancar. Petugas dan panitia juga melayani dengan sangat baik. Mereka berharap acara vaksinasi ini bisa rutin diadakan di gereja. Karena sangat membantu bagi warga minoritas di sekitar Paroki Santo Yakobus, serta lebih mudah untuk mendapatkan vaksin bagi warga yang belum vaksin sama sekali. “Saya berharap Gereja bisa lebih banyak mengadakan acara sosial seperti ini untuk umum. Tidak terbatas untuk umat Paroki Santo Yakobus saja. Karena dengan adanya acara sosial seperti ini, saya dan keluarga merasa sangat terbantu. Senang juga karena bisa merasakan kebaikan dari orang lain.” Ujar Suti (31), asisten rumah tangga. “Vaksin di gereja ini lebih enak. Lokasinya dekat rumah. Lebih aman juga karena panitia benar-benar memastikan prokesnya dijalankan dengan ketat. Jadi tidak perlu desak-desakan.” Menurut Dewi (37).

Melalui kegiatan vaksinasi ini Gereja ingin memfasilitasi umat dan orang-orang yang berdekatan dengan umat, yang mungkin belum terfasilitasi di Puskesmas. Menurut Petrus Aris, wakil ketua Bidang Kerasulan Umum, peran asisten rumah tangga dan sopir sangat penting untuk keluarga kita sehingga mereka juga harus divaksin. “Harapannya Gereja bisa mendukung program pemerintah untuk vaksin. Kita harus aktif agar orang-orang yang belum divaksin bisa segera [menerima] vaksin.” Ujar Petrus.

Tan Pieter, ketua Bidang Kerasulan Umum, mengatakan kita sebagai umat Katolik sekaligus warga negara Indonesia harus berpartisipasi dalam menyukseskan vaksinasi ini. “Supaya 100% Katolik, 100% Indonesia!” Ujar Pieter.

(Monika Patricia/ foto: Monika Patricia, Yohanes Suyadi)